Apa Itu Wakaf dan Kenapa Harus Melakukannya?

Secara fiqih, Wakaf adalah memindahkan hak milik dari pewakaf atau pribadi menjadi milik umum atau badan hukum dan lembaga yang mengatur tentang kepentingan bersama atau masyarakat pada umumnya.

Namun bila melihat dari artian istilah, wakaf merupakan mengeluarkan harta yang dimiliki kemudian diserahkan atau dipergunakan untuk kepentingan umum/bersama tanpa mengurangi sedikitpun nilai dari harta yang diwakafkan tersebut.

Dalam Undang-Undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf, dapat didefinisikan bahwa wakaf ialah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan atau mengeluarkan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna kepentingan bersama sesuai dengan syariat islam.

Dalam perkembangan wakaf sendiri, Rasulullah sangat menganjurkan setiap umatnya untuk senantiasa berlomba-lomba akan hal kebaikan. Wakaf menjadi salah satu amalan yang bertujuan untuk mendekatkan diri dan meraih ridho dari Allah SWT. 

Berbeda dengan amalan infak atau sedekah, pahala wakaf sendiri begitu menakjubkan dan beragam keutamaannya, yakni terus mengalir meski pewakaf tersebut telah tutup usia.

Melakukan ibadah wakaf sendiri hukumnya sunnah, namun apabila mau mengerjakan atau mengamalkan justru akan menambah kelezatan iman dan mendapatkan ganjaran limpahan keberkan didalamnya.

Hal tersebut termaktub dalam surat Al-Imran ayat 92 yakni: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Sementara itu, Allah sendiri menjanjikan kemenangan bagi setiap insani yang mau melakukan segala bentuk perintah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Hal tersebut menjadikan dasar kuat untuk seseorang yang beriman untuk mengerjakan amal shalih yang nantinya akan dibawa berpulang kehadirat Illahi. 

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj: Ayat 77).

Kenapa Seorang Muslim Harus Berwakaf?

Sejatinya seorang muslim tatkala ia telah meninggalkan dunia, tentu akan membawa amal shalihnya dan perbuatan baik selama ia hidup. Sehingga ia sangat membutuhkan doa bagi saudara atau anggota keluarganya yang masih hidup ataupun membutuhkan amalan yang mampu terus mengalirkan pahala meski ia telah tiada.

Bila seseorang rela dan ikhlas untuk mewakafkan harta yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat, maka adapapun manfaat dan keutamaan yang akan didapat, antara lain:

1. Menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi

2. Meringankan beban orang lain yang mengalami kesusahan

3. Membuka kesadaran seseorang bila semua harta benda yang dimiliki bersifat tidak kekal

4. Amalan jariyah yang tidak terputus meskipun sudah meninggal dunia

5. Wakaf mempererat tali silaturahim antar sesama manusia

6. Wakaf mendorong pembangunan di semua bidang ilmu 

7. Menambah kedekatan diri seorang hamba kepada Sang Pencipta 

8. Mampu meningkatkan kestabilan dan membangkitkan ekonomi umat.

Tidak diragukan lagi, bahwa wakaf yang memang instrumen pemberdayaan ekonomi sosial dan lingkungan miliki umat islam sangat bermanfaat dalam berperan membangun peradaban yang kuat, kokoh, dan sejahterakan umat.

Yuk mulai ikut berperan dalam membangun peradaban umat yang berdaya, mandiri dan peduli dengan berwakaf: Donasi sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *