Ikhtiar untuk Menjemput Rezeki

Beragam jalan untuk menjemput rezeki yang halal ialah sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah Ta’ala.

Setiap manusia pasti melakukan beragam ikhtiar ataupun usaha untuk menjemput rezeki yang telah dikaruniakan oleh Allah Ta’ala. Usaha yang dilakukan itu entah dengan bekerja, berdagang, berwirausaha, maupun segala bentuk cara lainnya dalam menjemput rezeki yang halal.

Ada manusia yang setiap harinya mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mencari rezeki. Namun ada manusia yang lainnya percaya dengan jaminan dari Allah akan segala ketentuan yang telah ditakdirkan. Keduanya memiliki keyakinan tersendiri dalam urusan menjemput segala bentuk rezeki yang telah digariskan.

Namun ada manusia yang beruntung ialah mereka yang senantiasa berikhtiar secara lahir, lalu menyempurnakan dengan tawakal kepada Allah Ta’ala dan membuat dirinya menuai jaminan dari Allah baik di dunia maupun kelak saat di akhirat.

Pada dasarnya seluruh makhluk hidup di muka bumi ini telah dijamin segala rezekinya atau kebutuhannya oleh Allah Ta’ala. Tentu semuanya merupakan bentuk kasih dan sayang-Nya yang tiada batas termasuk dengan pemberian rezeki.

Oleh karena itu Imam Ibnu Aththaillah mengatakan, “Jangan risaukan apa yang sudah dijanjikan oleh Allah kepada kita. Tapi risaukanlah kalau kita lalai terhadap kewajiban-kewajiban yang telah dibebankan kepada Allah Ta’ala.”

Sungguh mengagumkan bagi setiap hamba yang selalu berusaha dijalan ketaatan dan melakukan amal shalih sebanyak-banyaknya guna berharap ridho kepada Allah Ta’ala. 

Tentu hal tersebut bukanlah perkara mudah tanpa dibarengi dengan iman dan taqwa yang kuat dalam diri seorang hamba. Meski tubuh bersimbah peluh kesah, tapi hati seratus persen hanya bergantung kepada Allah semata.

Namun hal yang perlu diperhatikan ialah bagaimana diri kita menjaga dari setiap apa yang telah dilarang dan melaksanakan atas apa yang telah diperintahkan. Kewajiban seperti sholat haruslah senantiasa dijaga dan dilaksanakan dengan dasar ikhlas serta hati penuh keyakinan. 

Allah menyuruh kita untuk bersedekah atau beramal baik, lalu bagaimana mungkin kita tidak melakukannya, sedangkan Allah sendiri yang memenuhi setiap kebutuhan hajat diri kita. Tentu hal itu merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita atas diberi yakni dengan memberikan sebagian rezeki untuk sesama lainnya yang lebih membutuhkan.

Dalam hal ini, kewajiban kita yang pertama ialah berhusnudzon (berbaik sangka) bahwa Allah adalah Maha Pemberi Rezeki dan sebaik-baiknya penolong bagi setiap hamba-Nya. Karena Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada Aku.”

Langkah kedua ialah ikhtiar dijalan Allah ridhai. Semakin seorang hamba menyerahkan sepenuhnya hidup dan segala keperluannya kepada Allah, tentu hal tersebut tidaklah berujung kepada niscayaan belaka. Sebab jika perbuatan kita sepenuhnya diniatkan kepada-Nya tentu akan mendatangkan ridho, secara otomatis ganjaran pahala dan keberkahan hidup akan didapatkannya.

Seorang muslim diwajibkan untuk membayar zakat, maka perintah tersebut haruslah dilakukan. Toh semua harta benda yang kita miliki sejatinya hanyalah titipan dan berasal dari Allah. Sehingga upaya terbaik untuk menyucikan harta tersebut ialah dengan berzakat. 

Sudah selayaknya seorang mukmin yang baik memperhatikan atas segala perbuatan yang telah ia lakukan di alam dunia. Sebab nantinya semuanya akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan. Jika semua tingkah laku dan amalnya baik tentu akan mendapatkan balasan terindah yakni surga beserta isinya.

Nah begitulah kurang lebih hakikat ikhtiar untuk menjemput segala bentuk rezeki. Namun dibalik itu semua yang utama ialah menunaikan atas kewajiban dengan sepenuhnya dan bersungguh-sungguh, niscaya Allah akan memberikan rezekinya dari arah yang tidak disangka, jika hamba tersebut bertaqwa dengan penuh keimanan.

Langkah terbaik untuk menjemput kebahagiaan ialah dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan melalui Yatim Mandiri: Donasi sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *