Jarang Diketahui, Amalan Rahasia Rasulullah Saat Ramadhan

Camel caravan going through the desert

Datangnya bulan Ramadhan setiap tahunnya merupakan saat yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin, karena momen ini menjadi penghibur hati orang mukmin. Banyak keutamaan bisa diperoleh di bulan ini. Pahala dilipatgandakan, pintu ampunan Allah Ta’ala terbuka lebar. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, serta betapa banyak dosa-dosa melumuri dirinya. Ada rasa bahagia menyambut kedatangan bulan Ramadhan. 

Allah Ta’ala menjanjikan balasan bebas dari api neraka bagi orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan sukacita, sebagaimana sabda Rasulullah saw.: “Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikit pun oleh api neraka.” (HR. an-Nasa’i)

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah Ta’ala untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat. Sebagaimana hadits Rasulullah: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai pemurah serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. al-Baihaqi)

Sedekah sebenarnya dianjurkan kapan saja tanpa mengenal waktu. Namun, sedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri, seperti sabda Rasulullah dalam riwayat Imam AtTirmidzi: “Dari Anas Radiyallahuanhu, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. At-Tirmidzi) 

Rasulullah sendiri adalah teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan dan ketika bulan Ramadhan menjadi momentum yang terbaik untuk beramal dan senantiasa berbagi. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)

Camel caravan going through the desert

Bulan Ramadhan merupakan momen yang istimewa sehingga beliau lebih dermawan. Bahkan dalam sebuah hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus. Diibaratkan demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat.

Sesungguhnya keutamaan bersedekah sangatlahlah banyak di antaranya: Pertama, sedekah dapat menghapus dosa. Rasulullah saw. bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

Kedua, bersedekah memberikan keberkahan pada harta yang kita miliki. sebagaimana hadits Rasulullah saw yang berbunyi, “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).

Ketiga, Allah Ta’ala melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Sebagaimana janji Allah swt. di dalam Al-Qur’an. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. al-Hadid: 18)

Keempat, terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. Orang yang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah Ta’ala, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga. Pada bulan Ramadhan umat Islam juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai rangkaian ibadah di bulan suci ini.

Zakat fitrah merupakan bentuk perhatian sesama muslim kepada saudaranya yang lain agar sama-sama merasakan kebahagiaan dalam menyambut hari Idul Fitri, sehingga zakat ini harus dibayarkan sebelum sholat ied. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits: “Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum kepada hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki dan wanita, anak-anak dan orang dewasa. Ia menyuruh menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat Idul Fitri” (HR Bukhari dan Muslim). 

Selain zakat fitrah juga bisa dikeluarkan zakat maal bagi umat Islam yang berkewajiban untuk membayarnya, namun untuk zakat maal tidak terikat pada bulan Ramadhan, karena ada ketentuan tersendiri mengenai nishab dan haul yang harus dipenuhi sehingga berkewajiban dikeluarkan zakatnya. Jika zakat maal ini telah memenuhi ketentuan, maka ketika dibayarkan pada bulan Ramadhan tentunya akan sangat bermanfaat untuk melengkapi kebahagiaan bagi orang-orang yang berhak menerimanya.

Sudah selayaknya sebagai orang yang beriman senantiasa mengerjakan segala perintah yang diberikan dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Serta momen bulan suci Ramadhan ini menjadi salah satu cara untuk memperbanyak amal ibadah serta menjadi bahan refleksi guna mendekat diri kepada Allah Ta’ala. Sehingga selepas bulan Ramadhan kita semua menjadi hamba yang suci dari segala dosa dan mendapat kemenangan yang agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *