Kenapa Seorang Muslim Harus Berzakat?

Kewajiban berzakat adalah bagian dari salah satu rukun islam yang ketiga. Sebab didalamnya terdapat banyak hikmah dan keutaman bagi yang mau mengeluarkannya.

Tanpa terasa kita telah mencapai di penghujung akhir tahun. Tentu dengan problematika dan segala peristiwa didalamnya. Tahun yang penuh makna dan cerita mulai dari kisah pahit, manis, duka maupun bahagia. Momen akhir tahun inilah, kita dianjurkan untuk mengeluarkan kewajiban bagi setiap mukmin yakni berzakat.

Selama setahun ini kita sangat berusaha dan ikhtiar untuk menjemput rezeki dengan bekerja maupun berwirausaha ataupun jalan kebaikan lainnya. Hasil yang diperoleh tentu akan semakin berkah dan menumbuhkan kebaikan apabila menyisihkan untuk berbagi untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

Zakat merupakan kewajiban seorang muslim mengeluarkan harta yang dimiliki  untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima zakat. Zakat sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, ada zakat fitrah, zakat maal (zakat kekayaan), zakat profesi, zakat pertanian dan lainnya. Semuanya memiliki rumusan perhitungan sendiri-sendiri yang telah diatur sebelumnya.

Lalu, kenapa umat muslim diharuskan untuk membayar zakat?

Tentu dengan segala kebaikan yang ada didalam zakat, keyakinan akan keajaiban yang datang bila seseorang mau mengeluarkan adalah prinsip yang harus dipegang. Sebab salah satu makna dari zakat ialah Al-Barakatu yang berarti berkah. Maksudnya dari kalimat tersebut adalah setiap seorang muslim yang membayar zakat, Allah tidak akan ragu untuk memberikan keberkahan baginya. Salah satu caranya adalah dengan melipatgandakan setiap rezeki yang dimiliki.

Dalam suatu riwayat dinyatakan bahwa Rasulullah mengingatkan secara tegas kepada umatnya yang kaya untuk mengeluarkan zakatnya, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mewajibkan zakat pada harta orang-orang kaya dari kaum muslimin sejumlah yang dapat melapangkan hidup orang-orang miskin di antara mereka. Fakir miskin itu tiadalah menderita menghadapi kelaparan dan kesulitan sandang kecuali karena perbuatan orang kaya yang (kikir). Ingatlah bahwa Allah Ta’ala akan mengadili mereka nanti secara tegas dan menyiksa mereka dengan pedih.” (HR. At-Thabrani dari Sayyidina Ali ra).

Zakat maal (harta) ini dikenakan kepada pemilik harta setiap individu muslim dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Rumus untuk menghitung besarnya harta yang harus dikeluarkan zakatnya, yaitu: 2.5% x jumlah harta yang telah disimpan selama setahun penuh (baik dalam bentuk emas, perak, uang cash/bank, investasi atau sejenisnya)

Zakat maal (harta) wajib dibayar bagi yang hartanya mencapai jumlah tertentu (nishab), yaitu seharga emas 85 gram dengan harga pasaran di daerahnya.

Pada umumnya seorang muslim akan mengeluarkan zakat hartanya pada akhir tahun, sesuai sabda Nabi: “Harta itu tidak dikenai zakat, kecuali setelah dimiliki selama satu tahun.” (HR. Imam Ahmad). Sehingga pada harta itu berupa emas, maka harta itu tidak dikenai kewajiban berzakat, kecuali sudah mencapai nishabnya, yakni sebesar 20 dinar emas.

Kewajiban mengenai perintah zakat termaktub didalam firman-Nya, Sebab ini penting sekali untuk dilakukan karena merupaka rukun Islam ke 3 dan Allah SWT mengancam bagi siapapun yang enggan atau lalai dalam menunaikannya:

“…..Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (At-Taubah: 34-35)

Sudah selayaknya sebagai seorang mukmin kita berusaha menaati dan melakukan terhadap segala bentuk perintah dan menjauhi larangan dari Allah Ta’ala. Sebab sejatinya hidup kita ini hanya untuk mencari ridho-Nya dan memperbanyak amal kebaikan.

 Disisa akhir tahun 2020 ini mari mempergunakan kesempatan yang diberikan untuk memaksimalkan dan memperbanyak amal shalih dan mengingatkan saudara lainnya untuk senantiasa di jalan ketaatan dan menghindari kemungkaran.

Salurkan zakat akhir tahun melalui Yatim Mandiri untuk memberdayakan umat: Donasi Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *