Mengapa Harus Mengajarkan Anak Kesederhanaan?

Tak dapat dipungkiri pada zaman modern sekarang ini, pola hidup sekarang menjadi konsumtif terhadap segala keinginan. Kecepatan informasi yang terjadi mengakibatkan perubahan trend atau gaya hidup yang mempengaruhi cara berpikir seseorang. Dari sebelumnya ketidaktahuan, dengan secepat kilat dapat memperoleh informasi yang diinginkan.

Tentu perkembangan zaman pada saat ini, membawa pengaruh sangat luar biasa. Sebagai orang tua, tentu mengizinkan anaknya mendapat hasil yang terbaik dalam segala kehidupannya. Kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya, akan menjadi panutan ataupun habbit bagi anaknya. Untuk itu, dalam mempraktekan kepada anak harus selalu memantau dan mengawasi setiap tumbuh kembangnya. Orang tua tentunya berharap anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi tangguh dan bisa beradaptasi dengan kehidupannya kelak.

Hidup sederhana bukan berarti segala perbuatan yang dilakukan terbatas dan monoton. Namun hidup sederhana dapat diartikan yakni menjalaninya dengan penuh tanggungjawab, tidak berlebihan dan sesuai kebutuhan. Anak dapat diajarkan sedari dini mengenai nilai hidup sederhana, akan tetapi dalam prakteknya orang tua menjadi figur utama dan contoh teladan bagi anak-anaknya.

Begitu banyak manfaat dan keutamaan yang akan didapat, apabila orang tua dapat melakukan dan menerapkan kebiasaan tentang nilai kesederhanaan kepada anaknya. Manfaat mengajari hidup sederhana kepada anak sejak dini adalah anak bisa mulai membedakan antara kebutuhan dan keinginan, anak belajar menghargai dan merawat yang mereka telah punyai dan meningkatkan rasa syukur serta berbagi kepada sesama.

Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak hidup sederhana sejak dini:

1. Ajari anak untuk menabung
Kebiasan ini dapat diterapkan mulai anak umur 3 tahun, umumnya diusia tersebut sudah mengetahui kegunaan uang walaupun belum mengenal nilai tukarnya. Orang tua bisa mulai dengan menyiapkan celengan kecil, ketika selesai berbelanja atau ketika mendapatkan hadiah uang dari orang lain. Dengan begitu uang yang didapatkan, bisa untuk dimasukkan ke celengan yang telah disediakan tersebut.

2. Membelikan mainan edukatif dan sesuai minat anak
Ada beragam sekali jenis mainan tersebut mulai dari bentuk, warga maupun ukuran. Peran orang tua disini ialah dapat membantu dan membelikan mainan untuk anak yang kiranya dapat mendukung stimulasi perkembangan tumbuh dan kembang anak itu sendiri.

3. Ajarkan anak tentang berbagi
Membeli mainan baru berarti mengeluarkan mainan lama untuk diberikan kepada orang lain. Selain mengajarkan anak tentang nilai berbagi sejak dini, tips ini juga bermanfaat agar mainan anak di rumah tidak menumpuk. Kebiasaan ini juga bermanfaat bagi tata ruang di rumah agar terlihat rapi dan luas.

4. Menanamkan sikap bertanggung jawab sejak dini
Mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang pandai merawat terhadap barang dan bertanggung jawab terhadap sesuatu adalah dasar yang harus dilakukan sejak dini. Kebiasan baik ini yang akan dilakukan saat besar nanti, sehingga sangat penting menyadarkan akan kewajiban yang harus diamanahkan kepada anak. Hal tanggungjawab ini akan sangat bermanfaat dikemudian hari, membentuk pribadi tangguh untuk memikul kepercayaan yang diberikan.

5. Tidak mudah mengiyakan kemauan anak
Tentu masa kecil sang anak akan berusaha dengan cara apapun, agar keinginan atau kemauan dirinya terpenuhi. Disini orang tua dapat berdiskusi dengan anak dan secara tidak langsung mengajarkan anak membeli sesuai dengan kebutuhannya.

6. Mengatur pengeluaran kebutuhan buah hati
Penting bagi setiap orang tua untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran bagi rumah tangganya. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan yang didapat termasuk kebutuhan jajan anak. Opsi terbaik adalah dengan menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan jajan sang anak.

Semua tips di atas, tidak akan berhasil selama orang tua tersebut belum memulai dari diri sendiri. Sebab sejatinya, orang tua merupakan suri tauladan bagi anaknya. Baik atau tidaknya anak bergantung kasih sayang dan pendidikan yang diajarkan sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *