Paling Lengkap! Apa Perbedaan Zakat, Sedekah, Infak dan Wakaf?

Beragam aliran pahala kebaikan akan muncul bagi setiap orang yang senantiasa menolong saudaranya yang membutuhkan.

Agama islam menganjurkan kepada setiap penganutnya melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ada beragam ibadah maupun amal shalih yang bisa dilakukan sebagai langkah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Seorang hamba yang beriman tentu dalam hatinya ataupun perbuatannya selalu mengajak berbuat baik, saling menolong dan meringankan beban orang yang dalam kesusahan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang muslim, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah mudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat (HR. Tirmidzi no. 1930).

Ada beragam cara seorang hamba untuk senantiasa menambah catatan amal shalihnya. Mungkin cara yang dapat ditempuh ialah salah satunya dengan berbagi, seperti halnya zakat, infak, sedekah atau wakaf. Namun ada diantara kita yang belum memahami pengertian diantara keempat hal tersebut. Mari simak penjelasan selengkapnya dari keterangan di bawah ini: 

zakat

zakat ialah kewajiban mengeluarkan harta tertentu bagi seorang muslim yang telah mampu dan mencapai nisabnya, serta diberikan kepada golongan yang berhak menerima atau mustahik (8 asnaf zakat).

Zakat menjadi salah satu rukun yang bercorak sosial ekonomi dari kelima rukun islam. Melakukannya termasuk wajib dan bernilai ibadah dimata Allah Ta’ala, dengan zakat memiliki ikrar tauhid dan selalu bersamaan dengan perintah shalat. Untuk itu, barulah seorang dikatakan secara sah masuk kedalam barisan umat islam dan diakui kedermawannya.

Perintah berzakat sendiri dijelaskan dalam Al-Quran yakni Surah At-Taubah ayat 103 berbunyi, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Sebagian ulama menyatakan bahwa zakat sendiri adalah sedekah​​​​​​​ wajib diambil dari harta tertentu seperti emas, perak (atau harta simpanan), dan binatang ternak yang telah memenuhi kadar tertentu. Tentu penyaluran yang lebih tepat ialah dengan mengutamakan delapan asnaf atau golongan tersebut. 

Sedekah

Sedekah merupakan amal shalih yang memiliki banyak keutamaan dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.

Sedekah memiliki beragam keutamaan dan pahala yang tiada batas sehingga setiap orang yang melakukan akan terpesona dengan beragam kebaikan yang terkandung. Sedekah dapat diartikan makna amal yang muncul dari dalam hati yang penuh dengan iman atau keyakinan penuh, niat yang tulus dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah SWT. 

Hukum melakukan sedekah sendiri adalah sunnah, namun sangat rugi apabila tidak melakukannya dengan beragam pahala kebaikan didalamnya. Berikut beberapa keajaiban dan keutamaan sedekah yang dapat membuatmu terpesona jika mau dan rutin melakukannya.

Sedekah sendiri tidak terikat dengan apapun, seseorang dapat memberikan sesuatu kepada orang lain baik berupa uang, harta, barang, maupun kebaikan lainnya seperti senyum. Jadi, sesuatu amal kebaikan terhadap orang lain dapat dikatakan dengan sedekah. Misal dengan membantu orang tau menyeberangkan jalan, menyumbangkan pakaian layak untuk korban bencana atau menyingkirkan duri di jalan juga bisa dikatakan dengan sedekah.

Seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits,Setiap perbuatan baik adalah sedekah (HR. Bukhari No. 6021). 

Infak

Menurut bahasa infak sendiri dapat diartikan mengeluarkan sesuatu atau membelajankan harta dengan tujuan dan niat baik sesuai dengan syariat agama islam. Infak sendiri tidak terbatas mengenai jumlah maupun kadarnya, serta waktu mengeluarkan juga bisa dilakukan kapan saja. 

Seorang ulama besar yakni Imam Fakhruddin Ar-Razi pernah berkata: “Ketahuilah bahwa infak adalah membelanjakan harta-benda untuk hal-hal yang mengandung kemaslahatan. Oleh karena itu, orang yang menyia-nyiakan harta bendanya tidak bisa disebut sebagai munfiq (orang yang berinfak).” (Kitab Mafatih al-Ghaib h. 293)

Dana infak yang terhimpun dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat, seperti: membangun pesantren tahfidz, memakmurkan masjid, pendidikan anak yatim, maupun memberi makan fakir miskin. Tentu yang harus diperhatikan ialah niat dari berinfak sendiri adalah hanya untuk mencari ridho Allah Ta’ala dan beramal shalih.

Wakaf

Secara fiqih, Wakaf adalah memindahkan hak milik dari pewakaf atau pribadi menjadi milik umum atau badan hukum dan lembaga yang mengatur tentang kepentingan bersama atau masyarakat pada umumnya.

Namun bila melihat dari artian istilah, wakaf merupakan mengeluarkan harta yang dimiliki kemudian diserahkan atau dipergunakan untuk kepentingan umum/bersama tanpa mengurangi sedikitpun nilai dari harta yang diwakafkan tersebut.

Dalam Undang-Undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf, dapat didefinisikan bahwa wakaf ialah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan atau mengeluarkan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna kepentingan bersama sesuai dengan syariat islam.

Sejatinya seorang muslim tatkala ia telah meninggalkan dunia, tentu akan membawa amal shalihnya dan perbuatan baik selama ia hidup. Sehingga ia sangat membutuhkan doa bagi saudara atau anggota keluarganya yang masih hidup ataupun membutuhkan amalan yang mampu terus mengalirkan pahala meski ia telah tiada.Seperti yang telah ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Imran: 92).

Hendaknya seorang muslim untuk senantiasa beramal shalih selagi kesempatan itu masih diberikan. Salurkan kebaikan untuk membantu sesama yang membutuhkan melalui Yatim Mandiri: Donasi sekarang

One thought on “Paling Lengkap! Apa Perbedaan Zakat, Sedekah, Infak dan Wakaf?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *