Paling Lengkap! Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Ibadah Qurban dalam Islam

Ibadah qurban menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi penyempurna keimanan seorang hamba.

Umat muslim di penjuru dunia tentunya sudah tidak asing lagi dengan salah satu ibadah qurban pada momen Hari Raya Idul Adha. Pada hari raya tersebut, umat Islam berkumpul untuk melaksanakan salat Ied di pagi hari secara berjamaah. Setelah itu, terdapat pula  ibadah qurban yang dilakukan untuk memperingati peristiwa bersejarah yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. 

 

ibadah qurban sendiri diawali dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail. Pada saat itu, usia Nabi Ismail sekitar 9 tahun dan tentunya memiliki ketampanan yang luar biasa. Hal ini tertuang dalam Surat As-Saffat ayat 102 yang berbunyi:

 

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah kamu akan mendapati ku termasuk orang-orang yang sabar.”

 

Sebagai seorang hamba yang beriman, tentu Nabi Ibrahim tanpa ragu percaya dan yakin bahwa perintah Allah itu benar. Dengan kemurahan Allah SWT, proses penyembelihan Nabi Ismail dibatalkan dan diganti dengan seekor kambing. Sejak saat itulah disyariatkan bagi umat muslim untuk berqurban sebagai bentuk penghormatan terhadap dua orang Nabi Allah tersebut.

 

Ibadah qurban dimaknai sebagai pengorbanan manusia di dunia, juga hari untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan dan dalam kondisi kurang beruntung. Saat Idul Adha, hewan kurban disembelih dan dibagikan kepada yang tidak mampu agar bisa merasakan kenikmatan menyantap daging.

 

Pengertian qurban

 

Kata qurban berasal dari Bahasa Arab “Qariba” yang berarti dekat atau mendekatkan. Qurban dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian dari perintah-Nya. Serta merupakan ibadah yang mampu mendatangkan cinta dari Allah dan sesama manusia lainnya.

 

Ibadah qurban merupakan salah satu ritual ibadah yang dilaksanakan oleh umat Islam yang telah mampu dan memenuhi ketentuan. Pada hari qurban tiba, dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai bukti patuh dan taat terhadap segala perintah yang telah dibebankan kepada setiap orang muslim.

 

Ibadah qurban biasa dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, tepatnya pada Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah atau bisa juga dilakukan pada hari tasyrik yakni 11,12,13 bulan Dzulhijjah. Sebagaimana dalam sebuah hadits,

“Dari Jubair bin Math’am dari Nabi saw. beliau bersabda:”semua hari Tasyrik adalah waktu penyembelihan (hewan qurban)”. ( HR. Ahmad)

 

Hukum Melaksanakan Ibadah Qurban 

 

Seperti yang diketahui, bahwa menyembelih hewan qurban hukumnya adalah sunnah muakkad. Sunnah muakkad berarti ibadah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat atau hampir mendekati wajib. Ketentuan mengenai qurban juga tertulis dalam surat Al Quran berikut ini:

 

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), “ (QS. Al-Hajj: 34)

 

Ketentuan Hewan Qurban dalam Islam

Memilih hewan ternak yang terbaik adalah keharusan dan wajib guna memenuhi ketentuan ibadah qurban.

 

Dalam berqurban, binatang yang diperbolehkan untuk disembelih adalah hewan ternak seperti domba, kambing, sapi, dan unta. Untuk satu ekor binatang unta atau sapi mencukupi untuk qurban 7 orang, baik dalam satu keluarga atau maupun dengan sistem patungan dengan orang lain. Sedangkan kambing hanya mencukupi untuk qurban 1 orang.

 

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (QS Al-Hajj: 34).

 

Untuk memilih hewan qurban, terdapat beberapa syarat sahnya hewan yang digunakan seperti berikut:

  1. Domba yang digunakan untuk berqurban harus berumur lebih atau sama dengan usia satu tahun sempurna dan memasuki tahun yang kedua.
  2. Kambing dinyatakan sah apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
  3. Sapi untuk berqurban sah ketika sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.

 

Selain itu, beberapa hal harus diperhatikan sebelum memilih hewan qurban. Berikut adalah hal yang menyebabkan hewan qurban tidak sah, antara lain:

  • Hewan yang memiliki mata buta atau cacat
  • Binatang pincang pada salah satu kaki
  • Hewan ternak yang sakit dan sangat kurus
  • Binatang yang terputus sebagian atau seluruh telinganya, serta sebagian atau seluruh ekornya.

 

Sudah selayaknya seorang mukmin beriman selalu mengerjakan terhadap segala sesuatu yang telah diperintahkan Allah kepada semua hamba-Nya. Tentu dengan melakukan semua perintah akan menghindarkan kita dari segala dosa maupun mara bahaya dan juga menambah catatan amal kebajikan kita saat di akhirat kelak. Wallahu a’lam bishawab

 

Yuk Sahabat mari sempurnakaan iman dan taqwa kita dengan berqurban di Yatim Mandiri untuk bahagiakan adik yatim maupun masyarakat dhuafa yang membutuhkan.

Selengkapnya: Klik disini

Informasi dan kontultasi WA Center https://wa.me/628111343577

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *