Pentingnya Sikap Qana’ah dalam Aspek Kehidupan

Allah menjanjikan pahala tanpa batas bagi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan qana’ah terhadap ketentuan yang dijalani selama hidupnya.

Qana’ah adalah sikap menerima apapun yang Allah tetapkan kepada seorang hamba. Puas dengan pemberian maupun ketentuan dalam segala sendi kehidupan. Ada orang yang memiliki sikap kebahagiaan meski hidupnya hanya berbekal keserdahaan, uang yang tak seberapa, kendaraan biasa saja, maupun barang kebutuhan lainnya.

Sementara ada orang kaya raya, hartanya berlimpah, rumahnya megah, kendaraan mewah, jabatannya tinggi. Akan tetapi memiliki sikap yang tamak, selalu merasa kurang dan memikirkan harta benda agar selalu bertambah, tidak mementingkan datangnya baik dari sumber halal maupun haram.

Alangkah lebih hinanya lagi adalah orang yang serba kekurangan sibuk dengan yang tidak ada. Maka dalam hidup selamanya akan menderita karena selalu memikirkan terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya. Keridhaan ini tidak hanya urusan dunia tetapi juga dalam menerima segala sesuatu yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala. 

Barangsiapa yang menerima atau keridhaan terhadap setiap takdir atau ketentuan yang telah ditetapkan, maka sejatinya hamba itulah yang membuat Allah ridha padanya. Sehingga dalam kesehariannya akan selalu dilimpahi keberkahan dan sikap tenang segala urusannya.

Dapat simpulkan bahwa keridhaan itu ada dua, yaitu keridhaan terhadap pemberian dan menerima setiap ketentuan Allah Ta’ala. Sikap menerima lapang dada dan bersyukur atas segala pemberian merupakan bagian dari sikap qana’ah tersebut.

Mengapa Sikap Qana’ah Penting dalam Kehidupan?

Bayangkan orang yang inginnya dicintai Allah, selalu ingin dekat dengan-Nya dan menaati segala sesautu yang dapat mengantarkan keridhaan Allah. Maka hal tersebut akan dilakukan sekuat tenaga, semampunya dan sepahit apapun kondisi tersebut. Ketika seorang hamba hanya mengharapkan kedudukan, balasan dan cinta disisi Allah, inilah sebenarnya yang membuat seseorang kuat menanggung apapun untuk menjalani hidup karena dasarnya adalah sikap qana’ah.

Maka sudah selayaknya seorang mukmin yang baik selalu memperhatikan terhadap perbuatan, perkataan maupun tingkah lakunya. Sebab nantinya akan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat kelak, saat hari perhitungan amal dilakukan. Seseorang yang didalam hatinya terdapat rasa syukur mampu mendatangkan kehidupan yang penuh keberkahan dan kecukupan nan selalu dalam limpahan rahmat-Nya. Wallahu’alam bishawab

Yatim Mandiri adalah lembaga filantropi bernafaskan islam dalam upaya memandirikan yatim dan dhuafa yang membutuhkan. Setiap perannya memerlukan dukungan dan kepercayaan masyarakat guna mencapai tujuan untuk meningkatkan taraf umat yang berdaya.

Mari ringankan beban sesama lainnya yang membutuhkan bantuan dengan berbagi: Donasi sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *