Siapakah yang Wajib Berzakat?

Zakat merupakan salah satu rukun islam yang ketiga dan pilar penting dalam membangun peradaban umat berdaya.

Para mayoritas ulama telah bersepakat bahwa zakat hanya diwajibkan kepada seorang muslim yang berakal, merdeka dan memiliki harta kekayaan dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan dan syarat yang telah disyariatkan.

Zakat itu diwajibkan berdasarkan ayat-ayat yang tegas dan hadist shalih yang telah menjadi dasar atas perintah seorang mukmin untuk mengeluarkan zakat. Dengan berbagai sumber hukum tersebut menjadikan landasan dasar untuk mewajibkan seorang muslim membayar zakat atas dirinya.

Zakat tidak diwajibkan kepada bukan muslim, sebab kewajiban ini adalah anggota tubuh islam yang paling utama dan mendasar. Oleh karena itu, orang kafir tidak mungkin dimintai pertanggungjawaban untuk melengkapinya. Serta bukan pula hutang yang harus dibayarkan setelah masuk agama islam.

Bila kita memperdalam dan berpandangan lebih jauh mengenai esensi zakat sendiri. Tentu dibalik islam mensyariatkan perihal kewajiban zakat itu sendiri kepada pemeluknya, ada banyak keutamaan dan hikmah yang terkandung dalam kewajiban rukun islam nomor tiga ini. 

Disamping itu zakat merupakan kewajiban sosial dan hak bagi mereka yang kekurangan serta pajak kekayaan yang diperintahkan Allah Ta’ala harus ditarik atau diambil kepada orang kaya untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, sebagai realisasi pemenuhan hak sesama manusia, masyarakat dan ketaatan atas perintah-Nya.

Zakat berdayakan umat dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.

Zakat adalah satu dari kelima pilar syariat islam dan tonggak lima landasan tempat berdirinya bangunan keimanan seorang mukmin. Statusnya sama wajibnya seperti syahadat, salat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah. kelimanya merupakan gagasan utama yang menjadikan seorang muslim memiliki pegangan dalam menjalani kehidupan.

Zakat sendiri merupakan salah satu amalan yang mampu membawa seorang hamba mendapat ridho dari Allah Ta’ala dan mendatangkan cinta dari sesama manusia. Sebagaimana zakat tersebut dapat menjadi jembatan penghubung antara si kaya dan miskin untuk semakin mempererat silaturahim serta saling membutuhkan diantara keduanya.

Zakat adalah solusi yang ditawarkan oleh agama islam dalam membentuk peradaban atau suatu negara yang berdaulat, sejahtera, makmur dan penuh dengan limpahan keberkahan didalamnya. Zakat mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, membentuk sistem syariah dan membangkitkan gerakan untuk peduli terhadap kondisi sesama muslim serba kekurangan.

Zakat itu dikeluarkan untuk memperkuat agama islam, mempertinggi martabatnya, dan untuk kepentingan sosial bagi negara maupun bangsa. Serta menjadi bagian “Kepentingan Allah atau fii sabilillah” yang diantaranya dikeluarkan untuk menarik dan memantapkan keyakinan manusia bagi yang masih memperdalam ilmu agama alias muallaf.

Mereka yang yakin terhadap segala sesuatu yang telah disyariatkan oleh agama islam, tentu akan mendatangkan ketenangan jiwa, membersihkan harta dan meringankan beban sesama. Serta yang paling terpenting, zakat itu merupakan salah satu ibadah yang selalu beriringan bersama perintah shalat didalam ayat Al-Quran. Sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan dalam membentuk pribadi muslim yang berhati mulia dan cinta kasih terhadap muslim lainnya.

Sucikan harta, tenangkan jiwa: Zakat sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *