Tetap Ikuti Tren Hidup Sehat dengan Wajar

Pandemi yang terjadi saat ini akibat Covid-19 yang melanda dunia sejak awal memberikan dampak yang cukup signifikan di berbagai sektor. Diantara adalah ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan. Namun jika menelisik lebih lanjut justru Allah SWT selalu memberikan hikmah lain dari kejadian yang dihadirkan ini. Cukup banyak pegawai yang harus kerja dari rumah atau work from home. Penerapan social distancing alias jaga jarak diberbagai wilayah. Juga anak sekolah yang terpaksa belajar di rumah, sehingga waktu yang biasanya habis disatu tempat, menjadi lebih longgar.

Tak heran jika waktu yang lebih longgar ini membuat orang yang memanfaatkannya untuk berolahraga. Selain untuk mengisi waktu luang juga diharapkan dapat menguatkan imun tubuh melawan virus berbahaya yang masuk ke tubuh.

Olahraga ringan seperti jogging, lari pagi, hingga bersepeda makin ngetren akhir-akhir ini. Terutama aktivitas bersepeda. Biasanya warga kota enggan untuk menggunakan sepeda sebagai mobilitas kesehariannya dikarenakan lebih cepat menggunakan sepeda motor ataupun mobil pribadi.

Kini aktivitas bersepeda ini semakin digemari karena tren gaya hidup sehat, mulailah orang berbondong-bondong kembali bersepeda. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya mau bersepeda kembali.

Tak heran jika akhir ini pemandangan jalan raya penuh dengan pesepeda. Sayangnya, hobi baru yang sebenarnya bagus ini sering dijadikan alasan untuk konsumtif. Bagaimana tidak, ajang bersepeda ini juga jadi ajang pamer sepeda. Makin keren dan ternama merknya, makin bagus anggapannya.

Mereka yang telah punya sepeda, terkadang tak puas. Membeli jenis lainnya untuk koleksi semata. Padahal Allah SWT telah memperingatkan kita dalam firman-Nya, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S Al-Isra: 26-27)

Serta jangan sampai hobi ini membahayakan diri sendiri serta orang lain. Harus diperhatikan dengan kemampuan diri apakah mamppu tidak membeli barang yang tersebut. Sebab terlalu memaksakan kehendak tidaklah mendatankan manfaat.

Menurut sebagian orang memang ada yang mampu bersepeda sampai puluhan kilometer. Jangan sampai menjadi patokan diri kita untuk melampuinya. Bersepedalah dengan semampunya dan sewajarnya. Selain itu, tetap perhatikan keselamatan diri dan orang lain. Tetap patuhi aturan yang berlaku demi untuk kemaslahatan bersama. Sambil berolahraga jangan lupa asupan imannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *