Tips Memilih Hewan Qurban yang Baik

 Memilih hewan qurban terbaik adalah satu upaya sebagai bentuk ketaatan dan patuh terhadap perintah Allah Ta’ala.

Ibadah Qurban sebentar lagi akan datang, tentu berbagai persiapan akan dilakukan untuk menyambut hari raya nan suci bagi setiap muslim tersebut. Dalam setiap pelaksanaannya, tentu seorang mukmin yang baik diperintahkan untuk menunaikan menyembelih hewan qurban, seperti unta, sapi, domba, kambing, kerbau, sebagai bentuk rasa syukur atas segala rezeki yang diberi oleh Allah Ta’ala.

Ada ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi, tatkala seseorang hendak melakukan ibadah qurban dengan memperhatikan beberapa aspek, seperti hewan harus sehat dan tidak memiliki kecacatan, memiliki bobot yang gemuk dan tidak kurus, bulu yang indah serta lebat dan cukup usia.

Pelaksanaan ibadah qurban ini adalah sebagai bentuk seorang muslim terhadap segala bentuk perintah yang telah ditetapkan, serta bagian dari meneladani kisah ketaatan dua nabi Allah yang mulia yakni Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Perintah untuk menyembelih hewan qurban ini termaktub dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 34: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka,” 

Hewan ternak yang menjadi sembelihan pada Hari Raya Qurban ialah telah mencapai usia minimal yang sudah diatur syariat Islam, sebagai berikut:

 
  1. Sapi atau kerbau minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3

  2. Unta minimal berumur 5 tahun dan telah masuk tahun ke 6

  3. Domba atau biri-biri memiliki usia minimal 1 tahun atau lebih

  4. Kambing biasa (bukan domba/biri-biri) minimal usia 1 tahun dan telah masuk tahun ke 2

Tak hanya usia atau umurnya yang harus dipenuhi, pemilihan hewan qurban harus juga memperhatikan syarat dan ketentuan agar hewan qurban tersebut hukumnya sah. Ada sejumlah jenis kondisi yang menyebabkan hewan, seperti sapi, kerbau, unta, kambing atau domba tidak sah menjadi kurban, yakni:

  • Hewan buta salah satu matanya

  • Hewan sangat kurus

  • Hewan sakit yang tampak jelas sehingga kurus dan dagingnya rusak

  • Hewan pincang salah satu kakinya

  • Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya

  • Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.

Hewan yang memiliki kondisi seperti di atas tidak sah menjadi hewan qurban. Meski begitu, hewan yang pecah atau patah tanduknya, maupun tak punya tanduk, tetap sah dijadikan hewan qurban.

Selain syarat-syarat itu, yang perlu diperhatikan juga adalah waktu penyembelihan hewan qurban. Hewan kurban disembelih pada waktu Idul Adha, atau 10 Dzulhijjah, yakni mulai kira-kira setelah lewatnya waktu yang cukup untuk shalat dua rakaat dan dua khutbah yang terhitung sejak matahari terbit. Waktu penyembelihan hewan qurban ini berlangsung hingga matahari terbenam pada hari tasyrik yakni tanggal, 11,12, 13 bulan dzulhijjah.

Yuk Sahabat mari sempurnakaan iman dan taqwa kita dengan berqurban di Yatim Mandiri untuk bahagiakan adik yatim maupun masyarakat dhuafa yang membutuhkan.

Selengkapnya: Klik disini

Informasi dan kontultasi WA Center https://wa.me/628111343577

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *