Wajib Tahu! Hikmah dan Keutamaan Berinfak

Pada prinsipnya manusia hidup di dunia membutuhkan banyak amal sholih dan bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan yang hakiki kelak. Karena insan yang beriman akan mempersiapkan dengan penuh tanggungjawab dan hati-hati dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi.

Allah SWT memerintahkan untuk menafkahkan sebagian harta kita yakni dengan bersedekah atau berinfak tanpa mengecualikan apakah seseorang dalam kondisi senang ataupun susah melalui firmannya dalam surah Ali Imran ayat 133 – 134:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Anjuran mulia dari Allah SWT ini bermakna, bahwa dalam kondisi sesulit apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah. Meski cuma sedikit, yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah semata. 

Anjuran dan perintah Allah SWT berinfak atau bersedekah pada waktu lapang tujuannya untuk menghilangkan perasaan sombong, serakah dan cinta yang berlebihan terhadap harta. Sedangkan bersedekah di waktu sulit dianjurkan agar sifat manusia yang lebih suka diberi daripada memberi bisa berubah menjadi suka memberi daripada diberi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Infaq/sedekah adalah mengeluarkan sebagian harta untuk mencari ridho Allah SWT seperti orang yang mampu berbagi dengan orang yang membutuhkan bantuan, Allah SWT berfirman dalam surah al-Anfal (8) ayat 74:

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.”

Al-Qur’an menyatakan bahwa apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya, seperti yang tercantum dalam surah Saba’ (34) ayat 39:

“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku, melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Bahkan Nabi SAW dalam salah satu hadisnya menyatakan bahwa infaq atau shadaqoh itu akan menggagalkan 70 macam marabahaya. (HR. at-Thabrani). Dalam hadits yang lain, Nabi menyatakan bahwa harta tidak akan berkurang karena diinfaqkan atau dishodaqohi. (HR Muslim dari Abi Hurairah)

 

Nabi bersabda: “Wajib bagi setiap muslim untuk bersedekah”. Para sahabat bertanya: “Wahai Nabi Allah, bagaimana jika ia tidak mendapatkan untuk bersedekah? Beliau menjawab: “Berusaha dengan tangannya, sehingga bermanfaat untuk dirinya dan bersedekah. Mereka bertanya: “Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya? Beliau bersabda: “Menolong orang yang sangat memerlukan bantuan”. Mereka bertanya: “Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya? Beliau bersabda: “Menyuruh untuk melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejahatan, maka hal itu adalah sedekah baginya” (HR al-Bukhari dan Muslim dari Abi Musa).

Dengan demikian sesungguhnya tidak ada alasan bagi setiap orang untuk tidak infaq/bersedekah. Dikarenakan dalam berbagai keadaan atau situasi bagaimanapun pasti bisa melakukannya, baik dengan tenaga, pikiran maupun dengan harta benda yang dimilikinya sebagai anugerah Allah SWT. Seban setiap kebaikan yang telah dilakukan oleh manusia, pastinya semua akan dibalas dengan yang lebih baik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan dirinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. 

Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga.

Apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qur’an secara bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah (ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat kenaikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Secara umum al-Qur’an menyuruh kita berbuat kebaikan agar berbahagia, seperti yang tercantum dalam surah al-Hajj (22) ayat 77: “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” 

2 thoughts on “Wajib Tahu! Hikmah dan Keutamaan Berinfak

    • November 16, 2021 pada 10:52
      Permalink

      Barokallah sahabat, semoga bermanfaat ya artikel dan tulisan dari Yatim Mandiri. Tetap semangat untuk terus memperdalam ilmu dan agama kita semua

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *